Sabtu, Desember 27, 2008

AUTISME PADA ANAK

Autisme adalah gangguan mental berat yang dimulai sejak sebelum usia anak 3 tahun Penyakit ini mengenai otak dan membuat anak kesulitan dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Seringkali terjadi keterlambatan berbicara, anak suka menyendiri, dan menunjukkan kurangnya minat berinteraksi dengan orang lain. Gejala lain adalah keterbelakangan mental, tetapi adakalanya kecerdasan malah tinggi. Gangguan ini kebanyakan terjadi pada laki-laki usia 3 – 4 tahun.
Gejala autis :
Gangguan interaksi sosial
Gangguan berkomunikasi
Gangguan perilaku berupa stereotipi (mengulang-ulang satu perbuatan yang tidak lazim).

1. Gangguan interaksi sosial :
Manifestasi gangguan ini adalah :
a. Kurangnya kesadaran memahami perasaan/privasi orang lain (memperlakukan orang lain sama seperti benda-benda mati).
b. Pencarian rasa aman yang aneh. Biasanya anak normal yang merasa takut/sakit, akan mencari orang lain untuk memperoleh rasa nyaman. Anak autis biasanya nyaman dengan melakukan gerakan-gerakan tertentu/memperhatikan benda tertentu.
c. Tidak adanya bermain sosial (tidak mau aktif berpartisipasi pada permainan sederhana seperti cilukba,dll, lebih suka menyendiri, bermain dengan anak lain hanya dianggap sebagai alat bantu saja).
d. Gangguan dalam berteman. Karena anak mengalami gangguan pada kontak mata, ekspresi wajah, dan postur tubuh, anak tsb akan mengalami gangguan dalam berbagi dan menikmati pemberian orang lain.

2. Gangguan dalam berkomunikasi :
Anak autis mengalami :
a. Karena kurangnya perhatian terhadap sekitar, otak akan mengalami kesulitan dalam memproses kata-kata yang ternyata mempunyai arti dan dapat dipakai sebagai alat komunikasi
b. Non verbal komunikasi yang abnormal seperti ekspresi wajah yang datar, mimik wajah yang tidak sesuai dengan emosi, tidak dapat menunjukkan perilaku untuk memulai interaksi sosial seperti pada umumnya. Contoh : jika bertemu dengan orang baru, tidak menyapa, pandangan hampa pada satu titik, tidak melihat/tersenyum pada orang tersebut, dll.
c. Hilangnya imajinasi dan fantasi seperti berpura-pura menjadi gajah/bermain mobil-mobilan, dll.
d. Produksi suara yang abnormal pada tinggi/rendah suara, intonasi, ritme, penekanan (seperti nada yang monoton, nada seperti bertanya, atau suara melengking).
e. Sering menggunakan kata-kata berulang atau membeo. Sering salah dalam tata bahasa seperti menggunakan kata ”kamu” padahal artinya ”saya”.

3. Gangguan perilaku :
Manifestasinya adalah sebagai berikut :
a. Gerakan badan berulang-ulang, seperti memutar-mutar tangan, bertepuk-tepuk tangan
b. Gerakan seluruh badan yang kompleks seperti tiba-tiba menjatuhkan diri (harus dibedakan dengan kejang).
c. Gerakan berulang dengan 1 benda (seperti mencium-cium benda, memutar roda, dll).
d. Jika terjadi perubahan lingkungan mudah sekali tertekan.
e. Hanya tertarik pada benda yang itu-itu saja. Jika diganti, akan marah/tertekan.

Penegakkan diagnosa
Untuk mengetahui seorang anak autis atau tidak, harus diselidiki dari riwayat penyakit, gejala-gejala, pemeriksaan fisik dan observasi mental. Dilakukan pula pemeriksaan laboratorium dan radiologi sebagai penunjang diagnostik. Biasanya diagnosa tidak dibuat dalam 1 kali pertemuan. Membutuhkan pengamatan yang cermat, karena sekali anak didiagnosa autis, seumur hidup akan disandangnya "gelar" tersebut.

Penanganan.
Anak autis masih belum dapat disembuhkan, tetapi gejala-gejalanya dapat dihilangkan/disamarkan sehingga interaksi sosial, perilakunya dapat sama dengan anak normal.
Manajemen penanganan anak autis terdiri:
1. Terapi perilaku yang intensif, konsisten dan terjadwal, sebelum usia 3 tahun dengan target perkembangan bahasa dan bicara. Terapi ini akan memperbaiki kapasitas berbicara dan kemudian fungsi sosialnya. Terapi perilaku yang paling lazim digunakan adalah memberi reward/hadiah/pujian pada perilaku positif dan pengacuhan (ignoring) pada perilaku negatif. Dasar terapi adalah bila seseorang mendapatkan pujian atau hadiah atau apapun yang menyenangkan baginya setelah aktivitas atau perilaku tertentu yang anak lakukan, maka anak cenderung untuk mengulangi atau melanjutkan perilaku atau aktivitas tersebut. Terapi lain dengan merangsang indera sensoriknya (melalui rangsangan audio, visual dan taktil (sentuhan)) melalui permainan, supaya anak mau berinteraksi dengan lingkungannya. Jika permainannya menarik, anak akan lebih berkonsentrasi. Aktivitas latihan fisik dalam kelompok membantu mereka untuk mengembangkan keseimbangan tubuh, koordinasi dan ketrampilan motorik.
2. Kadang memerlukan pendidikan khusus. Seperti sekolah khusus atau kursus tertentu.
3. Latihan ketrampilan sosial. Termasuk latihan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan perawatan diri (makan, kebersihan badan dan tidur), dan membaurkan anak pada masyarakat, seperti diajak ke tempat ibadah, mal, dll.
4. Orangtua harus mengerti keadaan anak, dan perlahan mempelajari bagaimana mengatasi perilaku anak. Dukungan terhadap orang tua juga sangat diperlukan dari teman, saudara, dll, karena sangat membutuhkan kesabaran. Orangtua dianjurkan mengikuti terapi kelompok, sehingga dapat berbagi dan mendapatkan pengalaman/dukungan dari orangtua penderita autis yang lain.
5. Obat-obatan oral kadang-kadang diberikan pada :
Anak autis yang hiperaktif, tantrum, yang sangat agresif terhadap dirinya sendiri (seperti memukul badan,dll). Belum ada obat penyembuh autis, jadi hanya terapi pendamping.
Gangguan bahasa. Terbukti dapat memperbaiki gangguan bicara dan bahasa.
6. Anak autis yang lebih besar perlu diajarkan tata krama dan sopan santun yang berlaku di masyarakat. Untuk ini diperlukan konseling dengan seorang psikolog. Fungsi seorang psikolog juga untuk menentukan tingkat kecerdasan si anak dan memberikan dukungan mental untuk orangtua.
7. Pendekatan melalui diet makanan
Fungsi pencernaan makanan menurun karena :
a. Keracunan logam berat. Salah satunya merkuri.
b. Tumbuh jamur di usus, karena pemakaian antibiotik yang tidak rasional (karena anak sering sakit).
Akibatnya mukosa usus menjadi berlubang-lubang dan terjadi peningkatan permeabilitas usus sehingga ada beberapa zat makanan dapat menembus usus utuh-utuh dan langsung masuk kedarah. Efeknya adalah :
a. Terbentuk semacam morfin di otak.
b. Meningkatnya reaksi alergi terhadap makanan tertentu.
Akibatnya : gejala autis memberat setelah makan makanan tertentu, anak menjadi sulit dikendalikan, sering tantrum, dll. Makanan yang sering menimbulkan alergi adalah makanan dengan molekul yang besar seperti gluten (tepung-tepungan) dan kasein (susu). Untuk itu hindari : susu bubuk mentega, keju, coklat, yoghurt, es krim. makanan yang menimbulkan alergi, roti, makaroni, spageti, mi, sereal, crackers, tepung bahan pengembang kue, susu sapi segar.

Rabu, Oktober 22, 2008

TUNTUNAN MENGAJAR BAHASA

Anak dengan gangguan berbicara dan berbahasa harus ditangani sedini mungkin. Banyak orang tua berpendapat akan menunggu anaknya berbicara sampai pada usia tertentu. Ini akan memperlambat penanganan medis pada anak tersebut. Bayi mulai belajar berkomunikasi bahkan sesaat setelah dia dilahirkan, menangis dan tersenyum. Jika terdapat gangguan pendengaran dan pengertian yang tidak ditangani segera, banyak waktu emas belajar berkomunikasi yang akan terlewatkan.

Tips mengajari anak belajar berbicara di rumah :
Berkomunikasi sesering mungkin
Membantu anak mempelajari bahasa merupakan hal paling penting yang dapat orangtua lakukan. Walaupun biasanya kita tidak berbicara pada anak normal saat kita bekerja, anak dengan gangguan bicara, membutuhkan orang yang mempunyai “usaha ekstra” untuk berbicara padanya. Anak akan belajar berkomuninasi.
Kadangkala orangtua malu mempunyai anak dengan gangguan bicara. Atau anak malah sangat diproteksi. Anak ingin menjadi bagian dari aktivitas keluarga. Jika dibiarkan sendiri, akan membuat dirinya berhenti mempelajari segala sesuatu.
Sepanjang hari, carilah kesempatan untuk berbicara dengan anak. Seperti waktu mandi, tunjukkan mana tangan, dll. Mintalah seluruh anggota keluarga – kakak, adik, nenek dan tetangga – untuk melakukan hal ini.

Aktivitas pembelajaran menjadi kegiatan sehari-hari keluarga anda.
Anak akan belajar lebih baik saat belajar menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

  1. Bicara atau berikan tanda/simbol saat melakukan aktivitas bersama-sama seperti makan, mandi, berpakaian, dll.
  2. Usahakan sesering mungkin, membuat si anak dekat dengan anda saat bekerja. Buatlah komentar pendek tentang yang anda lakukan.
  3. Bicara dan berikan tanda tentang apa yang anak lihat, rasa, atau kerjakan.
  4. Ikuti ketertarikan anak. Buat aktivitas-aktivitas menggunakan barang-barang yang
    menarik anak.

Realistislah

  1. Cobalah realistis terhadap waktu yang dapat anda atau orang lain luangkan pada anak.
  2. Cobalah mengadaptasi aktivitas/pekerjaan sehingga lebih mudah dikerjakan dan membutuhkan waktu lebih sedikit.
  3. Cobalah memecah kegiatan menjadi lebih kecil.

Banyak orang dapat membantu
Orang tua tidak harus menjadi satu-satunya guru. Biarkan teman, tetangga dan anggota keluarga lain membantu. Mereka mungkin mempunyai ide yang berbeda tentang cara yang paling baik dalam membantu anak. Biasanya adik/kakak dan teman yang lain dapat menjadi bagian aktivitas belajar ini. Anak-anak/teman juga dapat belajar bagaimana bersikap jika bermain bersama dengan anak dengan gangguan bicara.

Biarkan anak memimpin kegiatan/pembicaraan.
Anak sangat ingin belajar saat mereka mengerjakan sesuatu yang mereka inginkan. Jika anak terlihat tertarik pada sesuatu, atau suka bermain pada mainan tertentu, terdapat kesempatan membantu anak belajar. Biarkan anak memimpin pembicaraan. Hal ini membuat ia terus tertarik untuk bermain dan membuat ia belajar bahwa keputusan yang ia buat adalah penting. Ia akan tahu bahwa dirinya memiliki kontrol terhadap apa yang terjadi. Pelajaran ini memperkuat rasa percaya diri dan kemampuannya. Tetapi hati-hati, jangan karena anak memimpin, ia menjadi bersikap buruk atau malah terjebak pada situasi berbahaya. Bimbingan anda sangat penting.

Buat komunikasi menyenangkan dan berguna.
Anak suka berkomunikasi saat terdapat benda yang menarik baginya, dan terdapat orang yang bisa diajaknya berbicara. Berikan anak kesempatan dan semangat untuk mengekspresikan ketertarikannya pada benda tersebut. Anak lebih cepat belajar dengan benda-benda dibandingkan dengan mengingat-ingat dan mengulang-ulang kata-kata.

Biarkan anak membantu pekerjaan Anda
Saat anak membantu Anda, berkomunikasilah tentang apa yang anda kerjakan. Gunakan kata-kata atau tanda untuk meminta anak mengambilkan sesuatu, atau hal mudah lainnya.

Dapatkan perhatian anak sebelum berkomunikasi.
Untuk mendapatkan perhatian anak, lambaikan tangan, panggil namanya, sentuh anak, memukul benda didekat kita, bernyanyi, dll. Cara lain :

  1. Hentikan semua kegiatan, anak mungkin akan melihat ke Anda
  2. Bawa satu obyek/benda mendekati wajah Anda, sehingga anak dapat melihat wajah anda sekaligus benda tersebut.
  3. Bernyanyilah dengan benda yang menarik ditangan.

Berbicara atau buat tanda agar wajahnya menghadap wajah anda, tinggi mata sama.
Anak akan lebih mudah memahami kata-kata anda jika tinggi mata anda sama dan lihat matanya saat anda berbicara padanya. Jika memungkinkan, usahakan sinar lampu atau matahari menyinari wajah anda. Berbicaralah dengan nada tidak berteriak, jelas dan satu-satu. Jangan ada benda yang menghalangi pandangan anak dengan mulut anda, seperti tangan, dll.
Jika anak dapat mendengar sedikit, buatlah anak memingkupkan daun telinganya agar dapat mendengar lebih baik dan bicaralah dekat dengan telinganya, ingat anak tetap harus dapat melihat wajah anda.

Gunakan gerakan badan, sentuhan, dan ekspresi wajah saat berbicara padanya.

Kurangi suara-suara yang mengganggu konsentrasi seminimal mungkin, seperti radio, TV, dll.

Anda harus bersemangat, berpikiran positif, sabar, dan jangan berharap sebuah mukjizat perubahan drastis datang pada anak anda. Anak anda akan memperoleh keuntungan dari setiap aktivitas, bahkan saat anda tidak memperhatikannya.

Jumat, April 11, 2008

Rehabilitasi Medik pada Stroke

Beberapa tahun terakhir dikembangkan metode penanganan stroke yang disebut Constraint Induced Movement. Terapi ini dapat meningkatkan fungsi anggota gerak terutama lengan yang lumpuh dalam waktu lebih singkat. Siapa saja yang dapat diterapi dengan metode ini? yaitu penderita stroke lebih dari 12 bulan, mempunyai semangat untuk sembuh, keseimbangan baik, mampu duduk berdiri, berdiri lebih dari 2 menit dengan atau tanpa alat bantu, minimal mampu mengangkat pergelangan tangan (ekstensi) 10 derajat dan menggerakkan minimal 2 jari, melebarkan ibu jari sejauh 10 derajat (abduksi), dan tidak terlalu kaku (kontraktur). Teorinya, seseorang yang mengalami stroke, akan menggantungkan hidupnya pada orang lain untuk aktivitas sehari-hari, atau menggunakan lengan sebelahnya. Ini akan menurunkan penggunaan anggota gerak yang lumpuh tersebut. Lama-lama, otak akan "memusnahkan" pola gerak yang tidak pernah dipakai, dan diganti dengan pola gerak yang sering dipakai, yaitu tergantung pasrah (pada lengan yang lumpuh). Nah, Edward Taub, penemu metode ini, berusaha agar otak kita membangkitkan kembali "kenangan" akan gerakan-gerakan yang dulu pernah dilakukan oleh lengan tersebut sebelum sakit. Caranya, dengan membatasi gerakan lengan yang sehat, selama 4 - 7 jam sehari, 5 kali seminggu. Semua aktivitas sehari-hari, sebisa mungkin diambil alih oleh lengan yang lumpuh. Lengan yang sehat diberikan sling (kain yang diikat di leher), atau dibuatkan sarung tangan. Ternyata, peningkatan fungsi lengan yang lumpuh meningkat tajam dalam waktu 3 minggu. Lihat juga di http://www.strokeassociation.org/presenter.jhtml?identifier=3029931 dan http://www.taubtherapy.com/Default.aspx?pid=80180

Kamis, Maret 13, 2008

Hidup Aktif Setiap Hari

Gaya hidup santai adalah penyebab kematian, penyakit dan disabiliti terbesar, melebihi kematian akibat merokok (University of Hong Kong and the Department of Health). Kurang lebih 2 juta orang meninggal setiap tahun akibat fisik tidak aktif; dan menurut WHO, merupakan satu dari sepuluh besar faktor resiko yang menyebabkan kematian di dunia. Serem ya, jadi berhati-hatilah jika Anda bekerja duduk dibelakang meja 8-9 jam tanpa olahraga rutin, atau seharian menonton sinetron sambil mengunyah camilan.
Tubuh kurang aktif dapat menyebabkan gangguan jantung, diabetes tipe II, dan kegemukan. Juga meningkatkan resiko terjadinya kanker usus besar, payudara, tekanan darah tinggi, penyakit saluran nafas, gangguan lemak darah, kelemahan otot, osteoporosis, depresi dan kecemasan.

Be Extra Active Every Day !!

Dengan menjalankan hidup lebih aktif akan meningkatkan pembakaran kalori. Banyak cara agar hidup Anda lebih aktif:

  • Jalan berkeliling saat Anda menelpon
  • Berpikir sambil berjalan.
  • Bermain dengan anak-anak
  • Berjalan-jalan dengan binatang peliharaan
  • Hindari penggunaan remote control.
  • Membersihkan rumah, taman
  • Mencuci mobil
  • Parkir agak jauh dari tempat yang dituju
  • Gunakan tangga daripada eskalator
  • Hindari sebisa mungkin menyuruh orang lain untuk keperluan kita

Rabu, Maret 12, 2008

WADUH.. NYERI OTOT PINGGANG !!

Ada beberapa kiat untuk mengatasi atau mengurangi keluhan nyeri otot pinggang :

  1. Menjaga sikap tubuh Anda ketika duduk:
    Saat duduk, tulang belakang harus selalu tegak. Usahakan pinggang selalu dekat dengan sandaran. Naikkan kaki di atas bangku kecil atau injakan kaki pada meja atau kursi selama duduk.
    Hindari duduk terlalu lama, karena punggung Anda akan merasa lelah. Atasi dengan cara meletakkan kepala di atas meja selama beberapa waktu. Dapat juga berdiri atau berjalan selama 1– 2 menit. Lalu, cobalah untuk meregangkan bagian punggung dan leher.
    Ganjal belakang punggung dengan bantal yang empuk. Dengan begitu, tulang belakang Anda selalu tersangga dengan baik
    Jika anda bekerja didepan komputer, usahakan monitor tidak condong ke kanan/kiri. Posisi yang tidak tepat membuat leher Anda jadi “terpaksa” dalam posisi menengok. Bagian atas monitor sejajar dengan tinggi mata. Badan tetap harus selalu tegak. Letakkan mouse dekat dengan keyboard sehingga mudah menjangkaunya.
  2. Ketika mengangkat beban berat, dekatkan dahulu beban tersebut pada badan Anda dan jaga posisi punggung agar tetap tegak. Anda harus berjongkok dengan punggung tegak dan bukan membungkuk. Caranya, tekuklah lutut dan biarkan kaki Anda yang menerima beban karena kaki lebih kuat ketimbang punggung. Bila beban terlalu berat, jangan paksakan diri.
  3. Tidurlah di atas kasur agak keras. Kasur terlalu empuk akan membuat punggung dalam posisi melengkung, sehingga Anda merasa tak nyaman saat bangun tidur.
  4. Capailah bobot badan normal. Orang gemuk mudah sakit punggung karena ada beban tubuh yang harus diterima punggung.
  5. Khusus wanita, hindari sepatu bertumit tinggi. Tumit tinggi, terutama yang ujungnya lancip, akan menyebabkan tekanan tidak wajar pada punggung serta akan mengganggu keseimbangan. Untuk amannya, pakailah sepatu bertumit rendah (tidak lebih dari 3 cm) dan usahakan tegak selama berdiri atau berjalan. Bila tetap ingin bergaya dengan sepatu tumit tinggi, pilihlah yang bersol rata. Setelah berjalan atau berdiri lebih dari 2 jam, istirahatkan punggung dan kaki Anda dengan duduk atau melepas sepatu tersebut beberapa saat.
  6. Lakukan peregangan otot dan olahraga teratur. Cukup 20 -30 menit sehari dapat membantu mencegah nyeri datang. Olah raga paling dianjurkan adalah berenang, aerobik,dan jogging. Jalani gaya hidup sehat. Hindari rokok, alkohol, dan makan makanan berlemak.
  7. Jangan meletakkan dompet lebih tebal dari 3 cm di saku belakang. ini akan menekan saraf dari punggung menuju tungkai di daerah pantat.