TUNTUNAN MENGAJAR BAHASA
Anak dengan gangguan berbicara dan berbahasa harus ditangani sedini mungkin. Banyak orang tua berpendapat akan menunggu anaknya berbicara sampai pada usia tertentu. Ini akan memperlambat penanganan medis pada anak tersebut. Bayi mulai belajar berkomunikasi bahkan sesaat setelah dia dilahirkan, menangis dan tersenyum. Jika terdapat gangguan pendengaran dan pengertian yang tidak ditangani segera, banyak waktu emas belajar berkomunikasi yang akan terlewatkan.
Tips mengajari anak belajar berbicara di rumah :
Berkomunikasi sesering mungkin
Membantu anak mempelajari bahasa merupakan hal paling penting yang dapat orangtua lakukan. Walaupun biasanya kita tidak berbicara pada anak normal saat kita bekerja, anak dengan gangguan bicara, membutuhkan orang yang mempunyai “usaha ekstra” untuk berbicara padanya. Anak akan belajar berkomuninasi.
Kadangkala orangtua malu mempunyai anak dengan gangguan bicara. Atau anak malah sangat diproteksi. Anak ingin menjadi bagian dari aktivitas keluarga. Jika dibiarkan sendiri, akan membuat dirinya berhenti mempelajari segala sesuatu.
Sepanjang hari, carilah kesempatan untuk berbicara dengan anak. Seperti waktu mandi, tunjukkan mana tangan, dll. Mintalah seluruh anggota keluarga – kakak, adik, nenek dan tetangga – untuk melakukan hal ini.
Aktivitas pembelajaran menjadi kegiatan sehari-hari keluarga anda.
Anak akan belajar lebih baik saat belajar menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
- Bicara atau berikan tanda/simbol saat melakukan aktivitas bersama-sama seperti makan, mandi, berpakaian, dll.
- Usahakan sesering mungkin, membuat si anak dekat dengan anda saat bekerja. Buatlah komentar pendek tentang yang anda lakukan.
- Bicara dan berikan tanda tentang apa yang anak lihat, rasa, atau kerjakan.
- Ikuti ketertarikan anak. Buat aktivitas-aktivitas menggunakan barang-barang yang
menarik anak.
Realistislah
- Cobalah realistis terhadap waktu yang dapat anda atau orang lain luangkan pada anak.
- Cobalah mengadaptasi aktivitas/pekerjaan sehingga lebih mudah dikerjakan dan membutuhkan waktu lebih sedikit.
- Cobalah memecah kegiatan menjadi lebih kecil.
Banyak orang dapat membantu
Orang tua tidak harus menjadi satu-satunya guru. Biarkan teman, tetangga dan anggota keluarga lain membantu. Mereka mungkin mempunyai ide yang berbeda tentang cara yang paling baik dalam membantu anak. Biasanya adik/kakak dan teman yang lain dapat menjadi bagian aktivitas belajar ini. Anak-anak/teman juga dapat belajar bagaimana bersikap jika bermain bersama dengan anak dengan gangguan bicara.
Biarkan anak memimpin kegiatan/pembicaraan.
Anak sangat ingin belajar saat mereka mengerjakan sesuatu yang mereka inginkan. Jika anak terlihat tertarik pada sesuatu, atau suka bermain pada mainan tertentu, terdapat kesempatan membantu anak belajar. Biarkan anak memimpin pembicaraan. Hal ini membuat ia terus tertarik untuk bermain dan membuat ia belajar bahwa keputusan yang ia buat adalah penting. Ia akan tahu bahwa dirinya memiliki kontrol terhadap apa yang terjadi. Pelajaran ini memperkuat rasa percaya diri dan kemampuannya. Tetapi hati-hati, jangan karena anak memimpin, ia menjadi bersikap buruk atau malah terjebak pada situasi berbahaya. Bimbingan anda sangat penting.
Buat komunikasi menyenangkan dan berguna.
Anak suka berkomunikasi saat terdapat benda yang menarik baginya, dan terdapat orang yang bisa diajaknya berbicara. Berikan anak kesempatan dan semangat untuk mengekspresikan ketertarikannya pada benda tersebut. Anak lebih cepat belajar dengan benda-benda dibandingkan dengan mengingat-ingat dan mengulang-ulang kata-kata.
Biarkan anak membantu pekerjaan Anda
Saat anak membantu Anda, berkomunikasilah tentang apa yang anda kerjakan. Gunakan kata-kata atau tanda untuk meminta anak mengambilkan sesuatu, atau hal mudah lainnya.
Dapatkan perhatian anak sebelum berkomunikasi.
Untuk mendapatkan perhatian anak, lambaikan tangan, panggil namanya, sentuh anak, memukul benda didekat kita, bernyanyi, dll. Cara lain :
- Hentikan semua kegiatan, anak mungkin akan melihat ke Anda
- Bawa satu obyek/benda mendekati wajah Anda, sehingga anak dapat melihat wajah anda sekaligus benda tersebut.
- Bernyanyilah dengan benda yang menarik ditangan.
Berbicara atau buat tanda agar wajahnya menghadap wajah anda, tinggi mata sama.
Anak akan lebih mudah memahami kata-kata anda jika tinggi mata anda sama dan lihat matanya saat anda berbicara padanya. Jika memungkinkan, usahakan sinar lampu atau matahari menyinari wajah anda. Berbicaralah dengan nada tidak berteriak, jelas dan satu-satu. Jangan ada benda yang menghalangi pandangan anak dengan mulut anda, seperti tangan, dll.
Jika anak dapat mendengar sedikit, buatlah anak memingkupkan daun telinganya agar dapat mendengar lebih baik dan bicaralah dekat dengan telinganya, ingat anak tetap harus dapat melihat wajah anda.
Gunakan gerakan badan, sentuhan, dan ekspresi wajah saat berbicara padanya.
Kurangi suara-suara yang mengganggu konsentrasi seminimal mungkin, seperti radio, TV, dll.
Anda harus bersemangat, berpikiran positif, sabar, dan jangan berharap sebuah mukjizat perubahan drastis datang pada anak anda. Anak anda akan memperoleh keuntungan dari setiap aktivitas, bahkan saat anda tidak memperhatikannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar